Padepokan Merapi; Panti Semedi yang mendedikasikan Hidup dengan Tapa Brata dan Meditasi, membantu Sesama tanpa mematok biaya !!! Hati-hati dengan oknum yang mengatas namakan Padepokan Merapi !!!
Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan

Ilmu Kekayaan Sedulur Sejati



2 komentar
Doa, mantra dan amalan pada web / blog Padepokan Merapi  
ditulis untuk memperkaya pustaka ilmu spiritual, bukan merupakan keharusan untuk dijalankan.

Semua tujuan didasarkan atas niat pelaku,
keberhasilan mutlak adalah karunia dari Sang Maha Pencipta.


Ilmu batin berikut ini berguna untuk menarik uang dari segala penjuru. Sehingga pengamalnya tidak akan kekurangan dalam masalah keuangan. Karena ada saja jalan untuk mendapatkan uang dan rejeki.  Apapun itu jenis dan bentuk pekerjaan anda: karyawan, pedagang, berbisnis atau yang lainnya selama halal.

Bahkan dalam kondisi tertentu (terdesak), bisa terjadi adanya uang misterius yang masuk dalam dompet atau rekening bank anda. Seakan-akan rejeki mengalir deras. Sehingga apapun usaha anda akan menjadi lebih sukses, omset meningkat, karir lancar dan jaya. Tentu saja semua itu semata-mata karena karunia Ilahi Yang Maha Kaya dan Maha Pemurah.

Untuk tahap pemula (awal) Ilmu ini lebih tepat diamalkan ketika keadaan finansial (keuangan) kita sedang seret, atau omset usaha kita sedang turun. Intinya saat keadaan keuangan kita sedang sangat terdesak. Jika keadaan anda sedang seperti itu maka silahkan mencoba amalkan ilmu ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kaya dan Maha Pemurah senantiasa memberikan keluasan rizki kepada anda semua dari segala penjuru. Amiin.

Berikut tatacara lelakunya:


·       Mandi Jinabat sebagai bentuk ruwat diri, mensucikan raga, jiwa dan sukma.
·       Kemudian melakukan tirakat lelaku pantang nasi selama 7 hari.
·       Selama tirakat Tidak boleh tidur sebelum lewat tengah malam.
·       Setiap tengah malam, membaca Doa ini diluar rumah dengan cara sebagai berikut:


1. Berdirilah menghadap TIMUR (Wetan), lalu membaca:

Syahadat 3 kali.
“Hu Sirrullah! Sedulurku kang ono ing Wetan, aku rewang-rewangono anekakno rezeki kang ono ing Wetan.”

2. Berdirilah menghadap SELATAN (Kidul), lalu membaca:
Syahadat 3 kali.

“Hu Dzatullah! Sedulurku kang ono ing Kidul, aku rewang-rewangono anekakno rezeki kang saka Kidul”

3. Berdirilah menghadap BARAT (Kulon), lalu membaca:
Syahadat 3 kali.
“Hu Sipattollah! Sedulurku kang ono ing Kulon, aku rewang-rewangono anekakno rezeki kang saka Kulon.”

4. Berdirilah menghadap UTARA (Lor), lalu membaca:
Syahadat 3 kali.
“Hu ya Hu Allah! Sedulurku kang ono ing Lor, aku rewang-rewangono anekakno rezeki kang saka Lor.”

5. Berdiri menghadap ke langit (angkasa), lalu membaca:
Syahadat 3 kali.
“Allah Nu basah”

6. Berdiri menghadap ke bawah (bumi), lalu membaca:
Syahadat 3 kali.
“Hu Allah Nur Allah! Mugi-Mugi angidinana punapa ingkang dados hajat kawulo.”




·       Lakukan semua tatacara itu dengan tertib, harus berurutan (tidak boleh dibolak-balik).
·       Setelah selesai masa tirakat pantang nasi selama 7 hari, untuk selanjutnya bila anda ingin menggunakan ilmu ini cukup dengan melakukan 6 langkah diatas. Jadi tidak perlu lagi tirakat pantang nasi.
·       Tentang penjelasan ritual Pantang Nasi silahkan dibaca di halaman Kajian Pantang Nasi (KLIK DISINI)

Ilmu Sedulur Sejati merupakan salah satu ilmu kasepuhan. Lahir dari pengkajian tentang misteri penciptaan mahkluk. Untuk menguasai ilmu ini sebenarnya membutuhkan ritual yang kental dengan adat kejawen, seperti Ruwat diri, Sesuguh, Membaca Mantera dan Meditasi. Namun disini, saya berikan metode singkatnya, langsung mengambil Sawab (khasiat) dari Ilmu batin ini. Saya selalu berharap semoga tetap bisa bermanfaat dan berfungsi dengan baik. Semata-mata karena karunia dan rahmat dari Tuhan YME. Untuk diketahui bahwa apa yang saya jabarkan disini hanyalah salah satu saja dari khasiat Ilmu Sedulur Sejati. Masih banyak khasiat dari ilmu ini yang lebih bernuansa magis dan ghaib seperti mengungkap misteri Sedulur Sejati manusia, terawangan, meraga sukma dan sebagainya.


*  *  *

Ilmu Kasampurnan



0 komentar
SERAT PANGRACUTAN SULTAN AGUNG

Serat Kekiyasanning Pangracutan adalah salah satu buah karya sastra Sultan Agung Raja Mataram antara (1613-1645). Serat Kekiyasaning Pangracutan ini juga menjadi sumber penulisan Serat Wirid Hidayat Jati yang dikarang oleh R.Ng Ronggowarsito karena ada beberapa bab yang terdapat pada Serat kekiyasanning Pangrautan terdapat pula pada Serat Wirid Hidayat Jati. Pada manuskrip huruf Jawa Serat kekiyasanning Pangracutan tersebut telah ditulis kembali pada tahun shaka 1857 / 1935 masehi.
ILMU KASAMPURNAN

Ini adalah keterangan Serat tentang Pangracutan yang telah disusun Baginda Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma Panatagama di Mataram atas perkenan beliau membicarakan dan temu nalar dalam hal ilmu yang sangat rahasia, untuk mendapatkan kepastian dan kejelasan dengan harapan dengan para ahli ilmu kasampurnaan.
Adapun mereka yang diundang dalam temu nalar itu oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma Panatagama adalah:

1. Panembahan Purbaya
2. Panembahan Juminah
3. Panembahan Ratu Pekik di Surabaya
4. Panembahan Juru Kithing
5. Pangeran Kadilangu
6. Pangeran Kudus
7. Pangeran Tembayat
8. Pangeran Kajuran
9. Pangeran Wangga
10. Kyai Pengulu Ahmad Kategan

Berbagai Kejadian Pada Jenazah

Adapun yang menjadi pembicaraan, beliau menanyakan apa yang telah terjadi setelah manusia itu meninggal dunia, ternyata mengalami bermacam-macam kejadian pada jenazahnya.

1) Ada yang langsung membusuk
2) Ada pula yang jenazahnya utuh
3) Ada yang tidak berbentuk lagi, hilang bentuk jenazah
4) Ada pula yang meleleh menjadi cair
5) Ada yang menjadi mustika (permata)
6) Istimewanya ada yang menjadi hantu
7) Bahkan ada yang menjelma menjadi hewan

Masih banyak pula kejadiannya. Lalu bagaimana hal itu dapat terjadi dan apa yang menjadi penyebabnya? Adapun menurut para pakar setelah mereka bersepakat disimpulkan suatu pendapat sebagai berikut : Sepakat dengan pendapat Sultan Agung bahwa manusia itu setelah meninggal keadaan jenazahnya berbeda-beda itu adalah merupakan suatu tanda karena ada kelainan atau salah kejadian (ketidak-wajaran). Pada waktu masih hidup berbuat dosa, setelah menjadi mayat pun akan mengalami sesuatu masuk ke dalam alam penasaran. Karena pada waktu pada saat memasuki proses sakaratul maut, hatinya menjadi ragu, takut, kurang kuat tekadnya, tidak dapat memusatkan pikiran untuk menghadapi maut. Maka ada berbagai bab dalam mempelajari ilmu ma’rifat, seperti berikut ini:

1. Pada waktu masih hidupnya, siapapun yang senang tenggelam dalam hal kekayaan dan kemewahan, tidak mengenal tapa brata, setelah mencapai akhir hayatnya jenazahnya akan menjadi busuk dan kemudian menjadi tanah liat. Sukmanya melayang gentayangan dan dapat diumpamakan bagaikan rama-rama tanpa mata sebaliknya. Namun bila pada saat hidupnya gemar mensucikan diri lahir maupun batin, hal tersebut tidak akan terjadi.
2. Pada waktu masih hidup bagi mereka yang kuat pusaka (gemar mengkoleksi pusaka) tanpa mengenal batas waktunya, bila tiba saat kematiannya maka mayatnya akan teronggok menjadi batu dan membuat tanah perkuburannya itu menjadi sanggar. Adapun rohnya akan menjadi danyang semoro bumi. Walaupun begitu, bila semasa hidupnya mempunyai sifat nrima atau sabar artinya makan tidur tidak bermewah-mewah cukup seadanya dengan perasaan tulus lahir batin kemungkinan tidaklah mengalami kejadian seperti di atas.
3. Pada masa hidupnya seseorang yang menjalani lampah (lelaku) tidak tidur tanpa ada batas waktu tertentu (begadang), pada umumnya disaat kematiannya kelak maka jenazahnya akan keluar dari liang lahatnya karena terkena pengaruh dari berbagai hantu yang menakutkan. Adapun sukmanya menitis pada hewan. Namun bila pada masa hidupnya disertai sifat rela, bila meninggal tidak akan keliru jalannya.
4. Siapapun yang tidak bisa mencegah nafsu syahwat atau hubungan seks tanpa mengenal waktu, pada saat kematiannya kelak jenazahnya akan lenyap melayang masuk ke dalam alamnya jin, setan, dan roh halus lainnya. Sukmanya sering menjelma menjadi semacam benalu atau menempel pada orang seperti menjadi gondoruwo dan sebagainya yang masih senang mengganggu wanita. walaupun begitu bila mada masa hidupnya disertakan sifat jujur tidak berbuat mesum, tidak berzinah, bermain seks dengan wanita yang bukan haknya, semuanya itu tidak akan terjadi.
5. Pada waktu masih hidup selalu sabar dan tawakal dapat menahan hawa nafsu berani dalam lampah (lelaku) dan menjalani mati dalamnya hidup (sering bertafakur/semedi), misalnya mengharapkan janganlah sampai berbudi rendah, dengan tutur kata sopan, sabar dan sederhana, semuanya tidak belebihan dan haruslah tahu tempat situasi dan kondisinya, yang demikian itu pada umumnya bila tiba akhir hayatnya maka keadaan jenazahnya akan mendapatkan kemuliaan sempurna dalam keadaannya yang hakiki. Kembali menyatu dengan zat yang Maha Agung, yang dapat menghukum dapat menciptakan apa saja ada bila menghendaki datang menurut kemauannya. Apalagi bila disertakan sifat welas asih, akan abadilah menyatunya Kawulo Gusti. Oleh karenanya bagi orang yang ingin mempelajari ilmu ma’arifat haruslah dapat menjalani: Iman, Tauhid dan Ma’rifat.
1. Berbagai Jenis Kematian
Ketika itu Baginda Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma merasa senang atas segala pembicaraan dan    pendapat yang telah disampaikan tadi. Kemudian beliau melanjutkan pembicaraan lagi tentang berbagai jenis kematian yakni
- Mati Kisas
- Mati kias
- Mati sahid
- Mati salih
- Mati tewas
- Mati apes


- Mati Kisas, adalah jenis kematian karena hukuman mati. Akibat dari perbuatan
orang itu karena membunuh, kemudian dijatuhi hukuman karena keputusan
pengadilan atas wewenang raja atau pemerintah.
- Mati Kias, adalah jenis kematian yang diakibatkan suatu perbuatan misalnya:
nafas atau mati melahirkan.
- Mati Syahid, adalah suatu jenis kematian karena gugur dalam perang, dibajak,
dirampok, disamun.
- Mati Salih, adalah suatu jenis kematian karena kelaparan, bunuh diri karena
mendapat aib atau sangat bersedih.
- Mati Tiwas, adalah suatu jenis kematian karena tenggelam, disambar petir, tertimpa
pohon, jatuh memanjat pohon, dan sebagainya.
- Mati Apes, adalah suatu kematian karena ambah-ambahan, epidemi karena santet atau
tenung dari orang lain. Yang demikian itu benar-benar tidak dapat sampai pada
kematian yang sempurna atau kesedan jati bahkan dekat sekali pada
alam penasaran.


Bertanya Sultan Agung: “Sebab-sebab kematian yang mengakibatkan kejadiannya itu apakah tidak ada perbedaannya antara yang berilmu dengan yang bodoh? Andaikan yang menerima akibat dari kematian seorang pakar ilmu mistik, mengapa tidak dapat mencabut seketika itu juga?”
Dijawab oleh yang menghadap : “Yang begitu itu mungkin disebabkan karena terkejut menghadapi hal-hal yang tiba-tiba. Maka tidak teringat lagi dengan ilmu yang diyakininya dalam batin yang dirasakan hanyalah penderitaan dan rasa sakit saja. Andaikan dia mengingat keyakinan ilmunya, mungkin akan kacau dalam melaksanakannya tetapi kalau selalu ingat petunjuk-petunjuk dari gurunya maka kemungkinan besar dapat mencabut seketika itu juga.
Setelah mendengar jawaban itu Sultan Agung merasa masih kurang puas dan bertanya, sebelum seseorang terkena bencana apakah tidak ada suatu firasat dalam batin dan pikiran, kok tidak terasa kalau hanya begitu saja beliau kurang sependapat oleh karenanya beliau mengharapkan untuk dimusyawarahkan sampai tuntas dan mendapatkan suatu pendapat yang lebih masuk akal.
Kyai Ahmad Katengan menghaturkan sembah: “Sabda paduka adalah benar, karena sebenarnya semua itu masih belum tentu, hanyalah Kangjeng Susuhunan Kalijogo sendiri yang dapat melaksanakan ngracut jasad seketika, tidak ada yang dapat menyamainya.”
2. Wedaran Angracut Jasad
Adapun Pangracutan Jasad yang dipergunakan Kangjeng Susuhunan Kalijogo, penjelasannya telah diwasiatkan pada anak cucu seperti ini caranya:

“Badan jasmaniku telah suci, kubawa dalam keadaan nyata, tidak diakibatkan kematian, dapat mulai sempurna hidup abadi selamanya, di dunia aku hidup, sampai di alam nyata (akherat) aku juga hidup, dari kodrat iradatku, jadi apa yang kuciptakan, yang kuinginkan ada, dan datang yang kukehendaki”.

3. Wedaran Menghancurkan Jasad
Adapun pesan beliau Kangjeng Susuhunan di Kalijogo sebagai berikut : “Siapapun yang menginginkan dapat menghancurkan tubuh seketika atau terjadinya mukjizat seperti para Nabi, mendatangkan keramat seperti para Wali, mendatangkan ma’unah seperti para Mukmin Khas, dengan cara menjalani tapa brata seperti pesan dari Kangjeng Susuhunan di Ampel Denta adalah

- Menahan Hawa Nafsu, selama seribu hari siang dan malamnya sekalian.
- Menahan syahwat (seks), selama seratus hari siang dan malam
- Tidak berbicara, artinya membisu, dalam empat puluh hari siang dan malam
- Puasa padam api (patigeni), tujuh hari tujuh malam
- Jaga, (tidak tidur) lamanya tiga hari tiga malam
- Mati raga, tidak bergerak lamanya sehari semalam.

Adapun pembagian waktunya dalam lampah seribu hari seribu malam caranya :
1. Manahan hawa nafsu, bila telah mendapat 900 hari lalu teruskan dengan
2. Menahan syahwat, bila telah mencapai 60 hari, lalu dirangkap juga dengan
3. Membisu tanpa berpuasa selama 40 hari, lalu lanjutkan dengan
4. Puasa pati selama 7 hari tujuh malam, lalu dilanjutkan dengan
5. Jaga, selama tiga hari tiga malam, lanjutkan dengan
6. Pati raga selama sehari semalam.

Adapun caranya Pati Raga tangan bersidakep kaki membujur dan menutup sembilan lobang tubuh (babagan howo songo), tidak bergerak-gerak, menahan tidak berdehem, batuk, tidak meludah, tidak berak, tidak kencing selama sehari semalam tersebut. Yang bergerak tinggallah kedipnya mata, tarikan nafas, anapas, tanapas, nupus, artinya tinggal keluar masuknya nafas, yang tenang jangan sampai bersengal-sengal campur baur.
Perlunya Pati Raga
Baginda Sultan Agung bertanya : “Apakah manfaatnya Pati Raga itu ?”
Kyai Penghulu Ahmad Kategan menjawab : “Adapun perlunya pati raga itu, sebagai sarana melatih kenyataan, supaya dapat mengetahui pisah dan kumpulnya Kawula Gusti, bagi para pakar ilmu kebatinan pada jaman kuno dulu dinamakan Meraga Sukma, artinya berbadan sukma, oleh karenanya dapat mendakatkan yang jauh, apa yang dicipta jadi, mengadakan apapun yang dikehendaki, mendatangkan sekehendaknya, semuanya itu dapat dijadikan suatu sarana pada awal akhir. Bila dipergunakan ketika masih hidup di Dunia ada manfaatnya, begitu juga dipergunakan kelak bila telah sampai pada sakaratul maut.”


*  *  *

PERAN GURU



0 komentar
Memang harus diakui belajar ilmu spiritual membutuhkan kesabaran dan keuletan. 
Salah satu kunci suksesnya adalah Peran Guru dan Istiqomah.


PERAN SEORANG GURU

Seorang guru memiliki peran yang sangat penting. Kita tahu bahwa ilmu spiritual bukan seperti ilmu nalar seperti dibangku sekolah yang cukup dipahami dan dimengerti.

Namun ilmu spiritual suatu ilmu yang berbeda, ilmu spiritual tidak cukup hanya dimengerti dan dipahami oleh akal pikiran (olah pikir). Tetapi juga harus bisa merasakan (olah rasa). Disinilah peran seorang guru bisa memberikan petunjuk agar kita mampu memahami dan merasakan segala efek khasiatnya. 

Mempelajari Ilmu spiritual berhubungan dengan dunia batin dan ghaib. Segala sesuatunya masih samar bagi kita, jadi perlu pembimbing yang bisa menuntun agar tidak tersesat. Tidak merusak akidah kepada Tuhan YME. Orang bijak mengingatkan: “barang siapa yang belajar ilmu hikmah (spiritual) tanpa guru, berarti ia telah menunjuk setan menjadi Gurunya”. Sebab yang ingin diraih dari belajar ilmu spiritual bukan sekedar sakti atau kebal, tapi bisa mengenal Diri yang Sejati. Pondasi penting untuk menelusuri Sangkan Paraning Dumadi.
Belajar ilmu spiritual tanpa guru adalah bentuk Kesombongan dan Keangkuhan. Nafsu tersembunyi. Harus diwaspadai. Tengoklah para guru, alim ulama, para syekh, mursyid, para Nabi dan Rasul. Semua dibimbing oleh seorang guru.

Nabi Muhammad SAW dituntun Allah SWT melalui Malaikat Jibril. Nabi Musa as dibimbing oleh Nabi Khidir as. Para sahabat dibimbing oleh Nabi SAW. Para WaliAllah dibimbing oleh Guru-guru spiritual pendahulunya, contohnya (walisonggo) Sunan Kalijaga dibimbing oleh Sunan Bonang. Sunan Bonang pun dibimbing oleh Guru sebelumnya. Syech Ibn Qoyyim Al Jauziyah berguru kepada Syaikhul Islam Ibn Taimiyah selama 16 tahun. Masih banyak contoh yang lain. Mereka semua bisa mencapai derajat spiritual yang tinggi seperti itu, tak pernah lepas dari bimbingan seorang Guru.
Jadi diri kita yang masih awam ini, mau membuka hijab keghaiban diri dan mencapai derajat spiritual yang tinggi tanpa seorang Guru?? Naif sekali, jawabnya.

Dengan didampingi seorang Guru, ilmu menjadi lebih cepat dikuasai. Segala kendala yang terjadi selama belajar ilmu bisa dicarikan solusinya. Maka carilah guru yang benar-benar telah menguasai ilmu yang diijazahkannya.
Istilah “gila karena belajar ilmu ghaib” itu sebenarnya disebabkan karena selalu gagal belajar ilmu spiritual. Lalu otak tidak bisa lagi membedakan antara kenyataan dan imajinasi. Merasa sering diberi wangsit (bisikan ghaib) padahal kenyataannya sedang menuruti bisikan hawa nafsu sendiri. Lama-lama jadi terganggu syaraf pikirannya (stress/gila).

Oleh karena itu jika ingin belajar ilmu spiritual carilah seorang guru yang bisa memberi petunjuk dan membimbing jalan spiritual kita. Perkembangan jaman dan teknologi telah memberi berbagai kemudahan. Bisa belajar secara online, tanpa bertatap muka. Yang penting tetap dibimbing dengan baik dan benar. Semoga jalan spiritual anda lebih terbuka lebar.

AMALKAN ILMU DENGAN ISTIQOMAH

Setelah mendapatkan guru, kemudian amalkanlah tuntunan ilmunya dengan istiqomah. Milyaran ilmu dihamparkan Tuhan YME di alam ini. Tengoklah saja di internet, betapa banyak ilmu spiritual yang sudah dijabarkan para Guru. Apakah harus mempelajari semua? Tentu saja tidak. Amalkan satu atau dua ilmu saja yang paling tepat untuk diamalkan. Kemudian dawam-kan amalan tersebut dengan istiqomah.

Mengamalkan satu ilmu dengan istiqomah adalah lebih baik daripada punya banyak ilmu tapi tidak istiqomah, atau bahkan tidak pernah diamalkan sama sekali. Jangan takut dengan orang yang seakan-akan memiliki banyak ilmu, tahu ilmu ini – ilmu itu. Tapi waspadalah kepada orang yang telah menguasai 1 ilmu dengan sempurna.

Ada sebuah pengalaman, ketika remaja saya pernah belajar kepada seorang sesepuh, beliau hanyalah orang desa, tidak punya pendidikan formal, tidak bisa baca tulis Arab Quran, apalagi menghafal hizib, ratib dan Asma. Bekalnya dalam membantu orang yang kesusahan dan menaklukan alam hanya dengan 1 japa-mantra Jawa (doa dalam bahasa Jawa) yang ia sering hafalkan sejak remaja. Bahkan isinya adalah semacam doa keselamatan ketika perang menghadapi para penjajah. Tapi bila ada pasien dengan keluhan apa saja, mulai dari kesehatan sampai susah rejeki, yang ia baca cuma itu saja. Kenyataannya tetap terbukti mustajab (berhasil).

Tidak ada ilmu spiritual yang lebih hebat dari ilmu spiritual yang lainnya, bila tidak diamalkan dengan tekun / istiqomah.

Terkadang kita lebih sering diperbudak nafsu, terus mengejar dan mencari semua ilmu, setiap hari surfing di internet, tekan copy-paste & refresh (F5) berharap ada posting ilmu-ilmu yang baru. Tetapi malah terlena, lupa untuk mengamalkannya dengan sungguh-sungguh. Hari berganti hari, usia semakin bertambah, raga sudah semakin tua tidak kuat lagi untuk diajak puasa dan tirakat, nikmat sehat berganti sakit. Akhirnya tidak ada satupun ilmu yang dikuasai sampai menjelang akhir perjalanan hidup.

Maka selagi kita masih diberikan nikmat sehat dan kelapangan, segeralah amalkan ilmu. Jika ada kendala, konsultasilah kepada sang pengijazah. Semoga ilmu yang anda amalkan dengan istiqomah bermanfaat saat dibutuhkan hingga akhir hayat kelak.

Lancar Rejeki



0 komentar
Doa, mantra dan amalan pada web / blog Padepokan Merapi  
ditulis untuk memperkaya pustaka ilmu spiritual, bukan merupakan keharusan untuk dijalankan.

Semua tujuan didasarkan atas niat pelaku,
keberhasilan mutlak adalah karunia dari Sang Maha Pencipta.




Bismillahirohmanirrohim,


Urubing dzat Alloh,

Metu murub,

Alloh mobah jroning ambegan,

Gusti Alloh mosik jroning ati,

Gusti Alloh ingkang kuwasa,

Kawulo nyuwun gampang anggenipun pedos sandang,

ugi pados pangan,

Selawase kawulo gesang,

Samarga pinaringan gampang,

Gampang sarining gampang,

Gampang saking kersaning Alloh.


*  *  I*

Pengasihan Dagang



1 komentar
Doa, mantra dan amalan pada web / blog Padepokan Merapi  
ditulis untuk memperkaya pustaka ilmu spiritual, bukan merupakan keharusan untuk dijalankan.

Semua tujuan didasarkan atas niat pelaku,
keberhasilan mutlak adalah karunia dari Sang Maha Pencipta.




Ajiku sarine wulan,Wong asih linulutan,

Lungaku tinangisan,

Tekaku kinasihan,

Teka welas asih,

Marang barang ingsun,

Aja Gustiku maneh ora asiha,

Dewane wong saakedhaton podo moro marang aku.




*  *  *

Pengasihan Sodo Lanang



2 komentar

Doa, mantra dan amalan pada web / blog Padepokan Merapi  
ditulis untuk memperkaya pustaka ilmu spiritual, bukan merupakan keharusan untuk dijalankan.

Semua tujuan didasarkan atas niat pelaku,
keberhasilan mutlak adalah karunia dari Sang Maha Pencipta.



Sun amatek ajiku sodo lanang, 
Saka pertapan kendalisada,
Dak sabetake segara asat,
Dak sabetake bumi bengkah,
Dak sabetake watu pecah,
Dak sabetake atine si jabang bayi … … …(sebut nama orang yang dituju),
Takluk, edan mikir aku,
Yen ora tak tambani ora mari, 
Banget asih, tresna,
Saka kersaning Allah. 
 


* * *

Lelaku



0 komentar
1.   Mutih


Dalam puasa mutih ini seseorang tidak boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi   putihnya pun tidak boleh ditambah apa-apa lagi (seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul hanya nasi putih dan air putih saja. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra ini : “niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahir dipun ijabahi gusti allah.” (Saya berniat Mutih, mensucikan badan yang kotor, putih suci seperti bayi yang baru lahir atas perkenan Allah). Dalam Kejawen ritual ini ada 2 jenis,
MUTIH: boleh makan dan minum kapan saja, asal yang dimakan dan diminum nasi putih dan air putih tawar.
PUASA MUTIH : Siang hari tidak boleh makan-minum, layaknya seperti puasa biasa, Buka dan sahur hanya dengan nasi putih dan air putih tawar.
PUASA MUTIH NGEPEL : Sama seperti Puasa Mutih diatas, cuma banyaknya nasi untuk Buka dan Sahur cuma 1 kepal dan 1 gelas air putih tawar.

2.   Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran atau buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur, terasi dan sebagainya.

3.   Ngebleng
Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahayapun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melakoni puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.

4.   Pati geni
Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaannya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya). Ini adalah mantra puasa patigeni : “niat ingsun patigeni, amateni hawa panas ing badan ingsun, amateni genine napsu angkara murka krana Allah taala”. (Saya berniat Patigeni, memadamkan hawa panas (nafsu) di badan saya, matikan api (hawa) nafsu angkara murka, Karena Allah Yang Maha Esa).

5.   Ngelowong
Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar rumah.

6.   Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja! Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.

7.   Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih, perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.

8.   Ngidang
      Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak 
      diperbolehkan.

9.   Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.

10. Ngasrep
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.

11. Senin-kamis
Puasa ini dilakukan hanya pada hari Senin dan Kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama Islam. Karena memang Rasulullah SAW menganjurkannya.

12. Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.

13. Tapa Jejeg
Tidak duduk selama 12 jam

14. Lelono
Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).

15. Kungkum
Ritual berendam didalam air, seperti sungai, pertemuan 2 sungai, mata air, sendang, telaga dan sebagainya selama waktu tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan Tatacara Tapa Kungkum adalah sebagai beikut :
Memilih tempat yang baik, arus tidak terlalu deras dan tidak terlalu banyak lumpur didasar sungai.
Lingkungan harus sepi, usahakan tidak ada seorang manusiapun disana
Sebelum melaksanakan Kungkum, disarankan untuk melakukan ritual pembersihan (mandi dulu). Ini dilakukan bila ritual kungkum untuk wejangan ilmu.
Dilaksanakan pada malam hari, mulai jam 10, 12 malam atau jam 3 dini hari. Lama sesuai kebutuhan 30 menit, 1 jam sampai 3 jam.
Pada saat akan masuk air baca mantra ini : “ Putih-putih mripatku Sayidina Kilir, Ireng-ireng mripatku Sunan Kali Jaga, Telenging mripatku Kanjeng Nabi Muhammad.”
Masuk kedalam air dengan tanpa pakaian selembarpun dengan posisi bersila (duduk) didalam air dengan kedalaman air setinggi leher atau pundak.
Menghadap melawan arus air.
Pada saat masuk air, mata harus tertutup dan tangan disilangkan di dada.
Mulai Meditasi, Nafas teratur, konsentrasi fikiran dan hayati.
Tidak boleh tertidur selama Kungkum.
Tidak boleh banyak bergerak yang tidak perlu.
Kungkum dilakukan selama 3 atau 7 malam berturut-turut.


16. Ngalong
Tapa ini dilakukan dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.

17. Ngeluwang
Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi. Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Setelah seseorang selesai dari tapa ini, biasanya keluar dari kubur maka akan melihat hal-hal yang mengerikan (seperti arwah gentayangan, jin dan lain sebagainya). Sebelum masuk kekubur, disarankan baca mantra ini :
“ Niat ingsun Ngeluwang, anutupi badan kang bolong siro mara siro mati, kang ganggu marang jiwa ingsun, lebur kaya dene banyu krana Allah Ta’ala.” (Saya berniat Ngeluwang, menutupi badan yang berlubang (9), siapapun yang datang, mati! yang mengganggu jiwaku akan melebur seperti Air! Karena Allah Yang Maha Esa).



*  *  *

Ragam Ilmu



2 komentar

Doa, mantra dan amalan pada web / blog Padepokan Merapi  
ditulis untuk memperkaya pustaka ilmu spiritual, bukan merupakan keharusan untuk dijalankan.

Semua tujuan didasarkan atas niat pelaku,
keberhasilan mutlak adalah karunia dari Sang Maha Pencipta.




Ilmu Terawangan

Ilmu Kasekten, Kadidayan

- Aji Welut Putih
- Aji Sapu Jagad
- Aji Kidang Kencana
- Aji Saipi Angin
- Aji Pancasona
- Aji Senggara Macan
- Aji Sapu Angin
- Aji Tapak Geni
- Aji Gelap Ngampar
- Aji Lembu Sekilan
- Aji Petinggengan
- Aji Halimun
- Aji Waringin Sungsang
- Aji Tameng Waja
- Aji Sirep Begananda


Ilmu Pengasihan

- Aji Pelet Semar Mesem
- Aji Pelet Jaran Goyang
- Aji Pelet Semar Kuning
- Aji Pelet Kembang Kantil
- Aji Pelet Pelintir Mrica
- Aji Pelet Pengasihan Dagang


Ilmu Kerejekian, Pesugihan

- Aji Penglarisan
- Aji Nini Blorong
- Aji Duwit Balik
- Aji Godong Dadi Duwit
- Aji Babon Duwit
- Aji Bibit Duwit


*  *  *

Indera ke-enam



0 komentar
Indera ke-enam

Tanda-tanda kalau kita sebenarnya punya indera keenam namun belum terasah :

  • Pernah mengalami mimpi yang kemudian menjadi kenyataan, mimpi tersebut sebenarnya adalah pndangan kita tentang masa yang belum terjadi, indera keenam kita yang mungkin kalah dengan nafsu duniawi, hanya bisa memperingatkan kita melalui otak dan mewujudkan peringatan tersebut lewat mimpi.
  • Merasakan ada sesuatu di dekat kita padahal waktu itu kita sendiri, saya berani bertaruh, waktu itu anda memang tidak sendiri, sebenarnya ada makhluk lain yang mungkin lebih dari satu, berada di dekat anda ….. saya sangat yakin, bila mereka sebenarnya ingin bertutur sapa dengan anda, namun kebanyakan dari mereka justru mempermainkan perasaan anda hingga anda jadi merinding, nah merindih itu sebenarnya adalah wujud dari proteksi alamiah anda melalui aura yang mengusir tamu tak di undang tadi, semakin besar keberanian anda, maka semakin kuat aura anda untuk mengusir mereka, dan rasa merinding tadi pun semakin hilang.
  • Pada keadaan tertentu kita merasa ada seseorang/sesuatu yang memperhatikan kita, namun setelah di tengok …….. tidak ada siapapun. untuk kedua kalinya saya juga yakin bahwa sebenarnya anda memang di perhatikan sesuatu, mungkin sanak keluarga yang telah tiada, tetangga kita dari alam lain, ataupun para pengelana yang sedang singgah di dekat anda.bisa juga sihir jahat yang memang di kirim untuk anda dan lain sebagainya.
  • Dejafu/seolah-olah pernah mengalami suatu moment padahal moment tersebut baru terjadi sekali itu. yang satu ini sebenarnya adalah bakat istimewa yang pantas di banggakan, saya sering mengalami dejafu, pada awalnya saya tidak percaya, namun setelah saya mengalami hal luar biasa yang maaf, cukuplah saya yang mengetahuinya, akhirnya saya menjadi luluh dan yakin, bahwa dejafu adalah indera keenam, para ahli neurologi, mengatakan bahwa dejafu adalah kelainan otak yang berpotensi sebagai tanda-tanda kangker, namun, ilmu pengetahuan tidak bisa di sejajarkan dengan ilmu jiwa,  karena bila iptek mengatakan dejafu adalah kelainan pada otak yang berpotensi sebagai gejala kangker … bla … bla … bla … dan sebagainya. ilmu jiwa mengatakan dejafu adalah bagian dari visi supranatural yang bocor, yang seharusnya tidak keluar, namun terpaksa keluar oleh kekuatan bawaan seseorang, dan membentuk sebuah perasaan yang tidak asing lagi bagi kita, padahal kita baru mengalami sekali itu, perasaan tersebut berasal dari pandangan kita sendiri,sebenarnya peringatan akan tibanya hari itu (saat dejafu kita rasakan) telah tertangkap oleh indera keenam, indera tersebut sebenarnya mencoba untuk menginformasikan pada kita, namun gagal, sehingga di saat kita benar-benar mengalami hal tersebut, perasaan akan visi tadi meluap-luap, hingga kita merasa mengalami satu kejadian dua kali. kesimpulanya, dejafu berarti kehendak bebas sang indera keenam untuk menentukan pilihanya,ia tidak mau di kontrol oleh hukum alam, dan ia menunggu sang pemilik untuk melatih dan membebaskanya dari tabir belenggu.
  • Saat kita memperhatikan sesuatu tanpa berkedip, kita akan menangkap cahaya yang menyelimuti benda tersebut, namun setelah di amati kembali, cahaya tadi pun lenyap. ketahuilah bahwa cahaya yang menyelimuti benda padat dalam pandangan anda tersebut adalah aura/prana yang menyelimuti benda itu, anda bisa bertanya pada ahli aura atau ahli meditasi yang berpengalamnan tentang bagian posting saya ini.
  • Pernah melihat sekelebat bayangan, begitu nyata, namun setelah di sadari, ternyata tidak ada apapun di sekitar kita.bukan ilusi optik atau gangguan mata yang di akibatkan posisi tubuh terhadap letak pandangan, namun sekelebat bayangan tadi memanglah tetangga kita yang sedang numpang lewat, bila anda adalah salah satu dari pemilik indera keenam, anda pasti tau maksud saya, dan anda pun pasti juga tahu, terkadang kamar kita adalah jalan pintas atau jalan masuk ke rumah mereka, dan terkadang anda pasti kesal, jika kamar mandi/toilet kita di jadikan dapur oleh mereka. munculnya sekelebat bayangan tadi sebenarnya adalah visi kita yang berasal dari celah yang di miliki oleh tabir penghalang dari indera keenam. karena di saat pikiran kita kosong, keinginan akan nafsu dan keduniawian pun ikut kosong, sehingga tabir yang menyelimuti indera tersebut juga sedikit memiliki celah, contohnya adalah saat kita nonton tv, dan kurang enjoy dengan acaranya, saat melamun, saat sedih, saat bosan dll, sekelebat bayangan itupun tak akan muncul bila pikiran kita tidak dalam keadaan seperti yang saya sebutkan tadi.
  • Ketika pertama kali kita bertemu dengan seseorang kita merasakan ketidak sukaan/kecocokan yang bersahabat, meskipun kita belum mengenal orang itu. hal ini di sebab kan karena adanya alarm tak terlihat dari indera keenam, aura yang kita miliki akan menyatu dengan aura orang yang bertemu dengan kita, di saat penyatuan aura tersebut, bila kita bisa melihat, akan terjadi interaksi, bila kita mengalami kecocokan, maka warna aura tersebut akan berubah dan melebur sehingga muncul kesan yang hangat dan nyaman…….seperti terasa sangat bersahabat, dan bila sebaliknya, maka akan terjadi tolak-menolak selayaknya medan magnet hingga kita merasakan gerah dan kurang nyaman, jadi bila anda merasa tidak suka dengan orang yang bahkan belum kita kenal, maka bisa di pastikan orang tersebut juga merasakan hal yang sama, hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan kita untuk mencari rekan bisnis maupun pasangan.
  • Pernah mengalami mati suri. fenomena mati suri sebenarnya adalah aksi gagal jantung sementara, karena kondisi tertentu, jantung yang tadinya berhenti sejenak akhirnya bisa berdetak kembali, lepas dari unsur ilmiah, mati suri adalah anugrah serta keajaiban, mati suri membuat ruh seseorang lepas dari tubuhnya, karena ruh tersebut telah melakukan kontak dengan alam bawah sadar, maka serangkaian keistimewaan akan terbawa oleh ruh sekalipun ia telah kembali ke dalam jasad nya. Orang yang pernah mati suri, pasti memiliki keistimewaan khusus yang unik dan jadi pusat perhatian.
  • Merasakan akan kehadiran seseorang atau sesuatu padahal belum ada tanda fisik akan kedatangan tersebut.
  • Dan banyak lagi…..sebenarnya masih banyak tanda-tanda lainya, seperti pandangan-pandangan kita tentang sebuah peristiwa di sertai rasa pening, keyakinan yang teramat kuat tentang siapa pencuri dari barang yang hilang, keyakinan kuat tentang letak posisi suatu benda yang bahkan kita tidak tau benda apa yang ada di situ. 
Bila anda tidak merasakan satupun dari kriteria di atas, berarti indera keenam anda benar-benar tertutup oleh urusan keduniawian, mungkin masalah keyakinan anda, atau faham idealis yang anda anut ….. merugilah anda …….. karena anda kehilangan salah satu dari hak milik anda itu.

RITUAL PANTANG NASI



0 komentar

Ritual pantang nasi biasanya dilakukan apabila seseorang hendak mencapai tingkatan kehidupan yang diinginkan, atau sedang memiliki hajat yang sangat penting, mendesak dan menginginkan keberhasilan tanpa takut gagal. 
Orang Jawa beranggapan perlunya sebuah lelaku prihatin bila menginginkan sesuatu agar dapat berhasil dengan baik dan selamat. 
Salah satu jenis lelaku-nya adalah ritual pantang nasi.

Pengertian ritual pantang nasi yang sebenarnya adalah ritual yang berpantangan “wohing dhamen” (hasil yang keluar dari tanaman jerami), maksudnya menghindari makanan dari padi, ketan dan gandum. Jadi selama ritual yang boleh dimakan hanyalah buah-buahan dan sayuran. Adapun tentang daging, telur dan susu (yang keluar dari hewan) dinilai tetap diperbolehkan untuk dimakan namun dalam batas yang sangat sedikit. Dan ritual ini tanpa disertai puasa, artinya boleh makan-minum kapan saja.

Hakekat ritual pantang nasi adalah pengekangan diri untuk tidak bermegah-megahan, hidup rendah hati dan bersahaja. Sebagaimana kita ketahui bahwa tanaman padi, ketan dan gandum adalah jenis tanaman yang membutuhkan pemuliaan untuk dapat panen. Mulai dari awal pembajakan tanah, pengaturan irigasi, penyemaian benih, perawatan harian & berkala sampai akhirnya pemanenan, tanaman tersebut selalu mendapatkan perlakukan khusus dan istimewa. Oleh sebab itu ritual menghindari wohing dhamendimaksudkan agar dapat menyugestikan diri untuk lebih hidup bersahaja dan tidak berlebih-lebihan.

Dalam budaya Cina, orang Cina melakukan lelaku dengan tidak makan nasi, hanya makan bubur sebelum mencapai kesuksesan. Walaupun sebenarnya bisa jadi itu sama saja masih berbahan beras (hehe..) tapi bubur memang banyak macamnya tak hanya berasal dari beras. Pada intinya dalam ajaran budaya Jawa maupun Cina menekankan bahwa saat meniti jalan kesuksesan kita harus mampu menahan diri untuk tidak bersenang-senang secara berlebihan dan tidak mudah tergoda untuk segera “menikmati hasil”. Dalam ilmunya Robert Kiyosaki, kita tidak boleh tergoda untuk memiliki Liabilitas, sebelum asset kita benar-benar bekerja menghasilkan kekayaan.



—o0o—


rasasejati.org

older post